Love : from my point of view

I really don’t know what love is. Is it Feelings? Action? God? Relationship? Take & Give? Marriage? Sincerity? Forgiveness? Something to fight for? I really don’t know. I said I falling in love over and over again, but, really, I think its overrated. Cuz the fact is I lost all things I love eventually, whether its diminish little by little to nothing, or that thing just gone, out of my life, out of me.

If love gone cold, would it be love in the first place?

If love coming from heart, why we keep it to a “balance” take & give?

If love is pure and beautiful, why we do sex just for pleasure?

If love unexplainable, why we have so many books about it?

If love is something that makes us go on, why we weaken by it?

If love is action, why it needed to be told?

If love is feeling, why we need to be touch?

If love is surrender, what’s with jealousy?

If love is every kindness in this world, why people hurt and played by it?

If love needs to be and can be nurture, why it grow out of places we never know to who and when?

Shouldn’t it be that Love has the same meaning for each and every one of us? Shouldn’t it be that Love has the same passion for each and every moment?

I know nothing about love.

So next time I claimed and say “I’m falling in love!”

Kindly remind me: “Love is overrated Lo!”

O, I really know nothing about love.

(from 2/3/2009)

Advertisements

15 thoughts on “Love : from my point of view

  1. “I really know nothing about love.”

    I think you do.

    Don’t let the loss of things you love lessen the love within you. Don’t let your heart become hardened.

    Love is not overrated. It is cheapened by people who use it for their own gain. Unfortunately, a lot of those people are in the world and they are trying to bring it down.

    People who have love are a light to the world

    Let your light shine.

  2. Dear Damon,

    I read your comment several times and I thank you for the kind words you wrote… I can’t deny the truth in it, and while mending my broken heart, I’ll try to remember that… to be the light, thanks again.

  3. wah, yang ini tulisannya bagus banget. apalagi kalo dr hati dan pikiran lolo sendiri. gw kasi nilai (kalo boleh) 4 bintang dari 1 s/d 5 bintang.

    you’ll find what love is…

  4. Thank you Erri…

    btw, semua tulisan di blog gwe kan dari hati dan pikiran gwe sendiri Ri? Maksudnya? hihihi…

    Iya nih, wish me luck ya Ri…

  5. If “something” gone cold, it’s not love. Love grows from a simple thing. It’s not love in the first place but commitment. Whom do you wanted to be, the one that says “I love you so much,” or “I’ll be committed to you until the end of time.”
    To be committed we don’t have to fall in love in the first place.

    If “something exiting” coming from heart, it isn’t love. Whom do you wanted to fill in your heart, God or an ordinary guy. That’s why God never let someone fulfill our heart. In my language: Tuhan Maha Pencemburu.

    If love is pure and beautiful, why we do sex just for pleasure?
    This whole universe is very beautiful and magnificent. That’s why we always need some “rituals” to thank God. It blares our love to God.
    In the other way we need sex as a “ritual” to blare the pure and beauty of our love for someone.

    If love unexplainable, why we have so many books about it?
    It’s business! Anything about love, always sold out.

    If “something” makes us go on, it’s not love.
    It’s faith.
    If something weaken us, it’s the consequences of falling in love. We all have been there either.

    If love is action, why it needed to be told?
    Tell you what:
    Most of man like to “act” as seem he loves you.
    Most of woman like to be told, even though that’s a lie. (peace…)

    aduh kepanjangan komennya. udah ah.
    The moral message of this comment is:
    Never fall in love again. If it’s happened, be ready to broken heart again.
    Always notice a simple thing from someone who’s not falling in love with you (and you either), but that person may committed to you.

  6. wow, Ri…

    thanks for thoughts and time you spent to leave such message for me…
    love is really a mystery God created to make our live exciting (maybe)

    and true… next time I falling in love… I need to remember that I have to be ready to be broken… I forgot that lately.

    but I’m a little disagree with you there…. I mean, I don’t want to commit to someone that I don’t love. Marriage should base on love, cuz if it’s not, what would you say to your kids about their mom & Dad? 🙂

  7. am i right or am i right? 🙂
    You (woman) like someone who can make you falling in love, and that man would tell “I love you.” Even though he has so many “but” with you.

    I love you, “but” …. (I’m not ready to get married)
    I love you, “but” ….. (I need a better job before we get married)
    I love you, “but” ….. (we have too many differences)
    I love you Lolo, but ….

    bahasa indonesia mode on:
    Selama masih banyak “but”, brarti dia blom sepenuhnya cinta.

    gw dah bilang kan tulisan Lolo yg ini bagus bgt. jadi gw tergelitik tuk komen panjang. tulisan Lolo ini udah bisa diterusin jadi lagu, atau buku, atau film, atau kartu ucapan, dll. kalo gak cepet2 ntar di copy paste sama orang loh.

    anyway, “simple thing” yang gw maksud itu misalnya seperti sebuah bibit pohon. Bibit pohon itu tentu tidak bisa membuat kita banyak manfaat (at the moment). Kita belum bisa menikmati buahnya yang ranum, belum bisa menikmati rindang daunnya, belum bisa bersandar dan berteduh di atas akarnya yang kokoh, dll.

    nah dari “simple thing” (baca: bibit pohon) yang belum memberikan kita banyak hal itu kita musti “use our intuition.”

    Ask to or selves: “Can I live forever with this person?”
    And your answer is depend on how strong enough that man convince you that he loves you and want to make a family together.

    Dalam situasi ini orang itu sebenarnya belum mencintai Lolo, tapi dia berani komitmen (berani menumbuhkan cinta bersama2).

    Ya saling menyirami bibit pohon, dan memberi pupuk, dsb.

    begitulah cinta (in my point of view). Tumbuh dari sebuah bibit kecil menjadi sebuah pohon yang akarnya kokoh dan dahannya menjulang ke langit. Dan buahnya memberikan banyak manfaat bagi alam semesta….

    “it’s funny how from simple things, the best thing begin….” (Bryan Adams & Barbara Streissand, “I Finnaly Found Someone”)

  8. Cinta itu satu perkara yang dicari, bukan dimiliki.
    Sebab itulah disaat jatuhnya cinta pada seseorang, timbul rasa lain pula. Pertama untuk menyentuh, kemudian untuk berpeluk dan akhirnya untuk bersatu. Tanpa sedar, kita sebenarnya masih mencari cinta itu. Yang tidak puas, akan terus mencari. Yang pasrah, akan redha dengan keadaan.
    Hakikatnya, cinta itu ada. Cuma ia berada selangkah dihadapan. Walau sepantas mana kita mengejarnya, ia tetap dihadapan. Tak akan pernah dapat bersatu dengan cinta itu.
    Kecuali bila tiba satu perkara – mati.
    Yang redha di masa hidupnya, pasti akan bersatu dengan cinta itu.

  9. Dear Erri,

    Setuju dengan komen mu yang terakhir, bahwa komitmen memang harus didasari cinta dahulu (kalau bisa bicara nikah ya). Setelah bibit itu jadi pohon yang … setidaknya… “agak” kuat.

    Rasanya, kalau masih “muda”, banyak kata “tapi” itu adalah hal yang lumrah, karena pertimbangan memang penting. tapi kalau kita yakin kita “CINTA”, bukankah pertimbangan lebih banyak diambil dari keyakinan itu? sama seperti pekerjaan, kalau kita memutuskan untuk pindah kerja, kan dengan pertimbangan yang kemudian didasarkan bahwa pekerjaan itu akan memberikan kita penghidupan yang lebih baik bukan? Bedanya kalau di pekerjaan, kalau kemudian pekerjaan itu menyebalkan, bos nya kasar, dan jam kerja yang tidak manusiawi, kita bisa bilang, kita salah pilih pekerjaan. tapi kalau cinta berubah, menjadi dingin, menjadi hanya fisik, menjadi “sakit hati”, kita tidak bisa dong dengan gampang,bilang: “ah, ini bukan cinta!”

    Kalau cinta itu bibit pohon yang harus disirami (dengan komitmen), bukankah kita harus yakin dahulu bahwa bibit itu cinta, bukan “rasa sesaat”… gwe cinta pada dia, “tapi” dia memang banyak pertimbangan… gwe rasa gwe tetep cinta dia, gwe yakin banget itu cinta, tapi gwe ga yakin apakah dia cinta gwe? hihihih…. I guess Not (I know the answer)

    Thanks Ri, to had this discussion with me… at least I can say what’s inside my mind… and it made me feel a bit relieve…

    Hm, coba nanti gwe bikin lagu ya, tapi elo kan yang jagoan bikin lagu dari pada gwe… nanti gwe yang nyanyiin deh… 🙂 hahah kayak waktu kuliah. 😉

  10. Dear Fani,

    thank God I checked your blog first, otherwise I would think you’re a woman 🙂 no offense.

    First, thanks for visiting my blog.
    Second, thanks for leave a message or comment to be precise… your thought is precious in this blog.

    True, that our whole life, is a journey to find and to be found by love… I can live with that 🙂

    pertanyaan, ketika kita mengatakan dan mengikat sumpah sehidup semati, bukankah setidaknya kita memiliki cinta itu? lalu mempertahankannya dengan komitmen, seperti diskusi ku yang panjang lebar dengan temanku Erri diatas. 🙂 atau itupun belum memiliki juga?

    hahaha… love is always a fun thing to discuss, not to feel… sometimes!

  11. Terima kasih kerana datang ke blog ku. Ya, semua artwork itu adalah hasil kerja aku sendiri.

    Aku ingin memetik lirik sebuah lagu dari kumpulan Dewa19,

    “Tiada kebenaran hakiki. Yang ada cuma hanya Kamu di sana dan aku lah milikMu”

    Pertamanya, apakah kebenaran sebuah cinta?

    Kedua, apakah yang berlaku pada ikatan sumpah itu apabila dua jiwa yang bercinta itu mati? Kerana setelah mati, apa saja yang dimiliki di dunia ini tak akan dibawa bersama. Apakah cinta yang dimiliki itu akan dibawa mati? Dan sekiranya kita percaya bahawa cinta itu dibawa mati, dimanakan sebenarnya lokasi cinta itu? Di dunia atau di alam selainnya?

    Sekiranya kita percaya cinta itu dibawa mati, bermakna cinta itu tempatnya bukan didunia. Kerana yang ada di dunia ini semuanya sementara dan akan pupus dan hancur juga akhirnya.

    Bagaimana kita boleh memiliki sesuatu yang berada selain dari yang ada di dalam dunia? Bagaimana kita mencapainya? Bagaiamana kita menyimpannya? Bagaimana harus kita memilikinya?

    Sepertimana kita percaya adanya Tuhan, Cinta itu suatu rasa. Kita percaya ia ada. Tapi kita tak memilikinya. Malah cinta itulah sebenarnya yang memiliki kita.

    Yang memilih kekasih itu bukannya kita, tetapi cinta. Sekiranya kita yang memilih sendiri tanpa restu sang cinta, apa yang akan berlaku hanyalah ketidak ikhlasan dalam perhubungan. Tipu-tipuan. Olok-olokan. Mungkin atas dasar nafsu semata.

  12. Actually, that’s what I’m questioning in this “love” matter…

    I witness many couples with pure and content love, simple and divine, so I know there’s such love in this world, despite it’s guided from Heaven or by one’s decision, or despite it’ll last long til death…
    you know… people who just take love as simple as it is… I wish I’m one of them…

    and Fan, I do believe all pure, all eternal comes from God (despite the our religions)… but I was falling in love so hard, yet now I realized it’s so shallow, that small disagreement can change the whole state of LOVE – in my case. You see, small disagreement compared to the BIG love, still it be love? and still I’m in love with him…

    But true Fan, true, I realized now, that we can’t have it, we just let it flow through us and enjoy the peacefulness vibe, happiness, or maybe the lust it brings… and be content… as simple as that… not longing to have it.

    What you wrote above made me think twice… thanks for sharing it….

  13. yup.
    ada sekali, aku merasakan cinta itu sedang tertawakan aku yang sebelum dan selama ini memandai-mandai mencipta cinta, yang tanpa aku sedari sebenarnya situasi yang aku sangkakan cinta itu sebenarnya bukanlah cinta. hingga cinta ciptaan aku itu memakan diri sendiri. dan terasa terngiang-ngiang di telinga, gelak tawa sang cinta yang sebenar melihat kebodohan aku yang memandai-mandai, bertindak mendahuluinya.
    sekarang, biarkan cinta itu berjalan di hadapan aku. aku tak mau lagi mendahuluinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s